Ke Taman Safari Ah!!


Ke Taman safari ah!! Siapa mau ikut?? Kira – kira seminggu yang lalu, saya dan keluarga bertamasya ke Taman safari. Seingat saya, ini pertama kalinya saya mengunjungi Taman safari.  Saya tak begitu surprise tentang bagaimana kondisi Taman safari sesungguhnya, karena sudah sering saya mendengar dari orang – orang tentang Taman safari. Mereka bilang:

“Di Taman safari kita tak boleh keluar mobil karena hewan liar berkeliaran.”

Ya, itu benar.

20160522_013510

Nah, itu namanya jerapah. Hewan jinak yang berleher panjang. Berhubung foto diambil dari dalam mobil, jadi maaf ya agak buram. Sepanjang perjalanan saya melihat beberapa hewan bergerombolan dengan kelompok  yang sejenis. Jarang atau saya tak melihat sama sekali jerapah bergabung dengan harimau, dengan kangguru ataupun hewan – hewan lainnya dan begitu pula sebaliknya. Di beberapa area lainnya saya melihat jerapah dengan leher panjangnya berusaha menggapai sesuatu di atas pohon besar.

20160522_013459-1Nah itu apa ya? Apa itu kancil? Ataukah anak rusa? Entahlah, pengetahuan saya soal hewan sangat terbatas. Menurut pandangan saya, anak rusa dan kancil mirip. Kemiripan terlihat dari bentuk badan dan sama – sama tak bertanduk kecuali rusa dewasa.

20160522_013351

Nah kalau yang ini antara badak atau kuda nil. Perawakannya mirip ditambah foto diambil dari dalam mobil dengan kaca mobil hitam.

20160522_013036Nah yang ini unta bertanduk dua. Dengar dari orang – orang ada dua jenis unta. Unta bertanduk satu dan unta bertanduk dua. Unta bertanduk satu warnanya coklat dengan rambut di sekujur tubuhnya yang tak begitu lebat seperti unta bertanduk dua. Dengar – dengar lagi, unta bertanduk satu berasal dari timur tengah dan unta bertanduk dua berasal dari mongolia. Terus terang saya baru mengetahui bahwa mongolia juga memiliki  unta.

20160522_012916-1Yang ini untanya sedang mendekati jendela mobil. Mungkin unta ini terinspirasi dari teman – teman hewan lainnya yang sedang lahap makan karena beberapa pengunjung menjulurkan tangannya dari balik mobil menawarkan sejumlah wortel yang segar – segar. Padahal di setiap sudut sepanjang perjalanan terdapat peringatan tertulis agar tidak membuka jendela dan memberi makanan hewan – hewan yang berkeliaran.

20160522_013529Zebra ini pionirnya atas kelakuan unta tadi. Zebra ini sedang makan wortel yang dijulurkan oleh pengunjung taman safari dari balik mobil. Sebagai informasi, sepanjang perjalanan sebelum masuk gerbang Taman safari berjejer para pedagang menawarkan wortel. Awalnya saya mengira daerah sekitar Taman safari memiliki hasil tani berupa wortel yang melimpah dan mungkin rasanya enak dibanding wotel – wortel lainnya, saya pikir. Eh, ternyata saya baru sadar setelah melihat aksi zebra tadi dan beberapa hewan lainnya yang diberi makan wortel oleh para pengunjung dari balik mobil.  Rules are not made to be broken, but….

Masih banyak lagi hewan – hewan lainnya yang tak mungkin saya foto satu – persatu.

Berhubung, perut tak bisa kompromi lagi, maka masuklah kami ke area manusia. Disana kami melihat restoran, toko souvenir, mushola, dan lain sebagainya. Kami mendatangi restoran, kalau saya tak salah namanya Forest restoran, tapi saya kurang yakin juga. Sayang sekali saya lupa mengabadikan gambarnya. Tapi, saya akan menggambarkan keadaan restoran itu. Restorannya cukup luas, di dalamnya terdapat pohon buatan yang cukup besar. Konsepnya adalah restoran ala – ala hutan. Di dalamnya terdapat banyak stand, terdapat hewan mungil yang dikurung dalam kandang kaca sehingga kami yang sedang makan dapat melihatnya secara jelas. Restorannya tingkat dua, dan dari lantai atas kami dapat melihat atraksi gajah yang berada di halaman restoran.

Screenshot_2016-05-22-01-23-20Nah ini dia gajah sedang beratraksi di halaman restoran.

20160517_13445820160517_142034

 

 

 

 

 

 

 

Nah ini namanya satwa tunggang. Para pengunjung sekalian dapat  menunggangi hewan – hewan tertentu baik dewasa maupun anak – anak. Ada gajah, unta dan kuda poni. Tapi mohon maaf kuda poni hanya untuk anak kecil, he he. Dan jangan khawatir setiap satwa tunggang dibarengi dengan pengawasnya. Jadi, ketika anda naik gajah atau hewan apapun, pengawas akan selalu berada bersama anda. So, dont worry.

20160517_135400

Yang ini saya tidak tahu sebutannya apa. Tapi, anggap saja satwa narsis. Kenapa saya menyebutnya satwa narsis, karena hewan ini bertugas untuk berfoto bersama. Dan jangan lupa bayar tiket dulu sebelum bernarsis bersama hewan – hewan liar. Hewan – hewan narsis ini diberi kandang yang lumayan bagus dan nyaman dan di dalamnya ada petugas yang duduk disampingnya sepanjang hari menunggui. Sewaktu kami tiba, hewannya lagi bobo cantik dan dibangunkan, diajak kompromi oleh petugasnya agar melihat ke kamera.

“Lihat ke depan,” Kata petugasnya.

Lihat saja matanya masih mengantuk. Hi hi hi….Hewan – hewan narsis yang liar ini sepertinya masih bayi, karena di gerbangnya tertulis “baby zoo” jadi saya menyimpulkannya demikian. Wah – wah bayinya aja sebesar ini, apalagi dewasanya ya. Dan masih banyak lagi area yang dapat dikunjungi di Taman safari.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s