Kenali Cara Iblis Menggoda Manusia


Pernahkah kita berfikir kenapa Tuhan menciptakan iblis(padahal,tanpa iblis mungkin kita semua masuk surga.) Benarkah iblis itu ada? Mengapa iblis menggoda manusia? Dan seterusnya. Namun, saya pernah dengar dari seorang ustadz bahwa kita jangan terlalu mendalami pertanyaan-pertanyaan sekitar rahasia Allah karena akan membuat kita murtad, kita cukup meyakininya saja. Saya akan berbagi sedikit pengetahuan mengenai iblis sebagai berikut:

Pertama, saya akan mulai dari kisah terciptanya iblis. beribu-ribu tahun sebellum adanya manusia, Allah menciptakan malaikat dan mahluk sejenis jin. Mereka sama-sama mahluk Allah yang taat beribadah, bahkan si mahluk jin ini biasa menjadi pemimpin dalam setiap majelis yang memuliakan Allah. mahluk ini tinggal di lapisan langit paling bwah, tapi karena saking taatnya beribadat, Allah menaikan dia ke lapisan langit berikutnya setiap 1000 tahun ibadah, begitu seterusnya sampai ia berada di surga.

Suatu ketika Allah memutuskan untuk menciptakan manusia dan memerintah agar para malaikat dan mahluk sejenis jin ini tunduk pada manusia pertama, malaikat mengikuti perintah Allah, tetapi mahluk jin ini menolaknya karena ia merasa lebih mulia. sejak memberontak itulah mahluk ini diberi julukan iblis dan diturunkan ke bumi serta memilki rupa yang buruk.

Tapi, tahukah anda mengapa Allah menciptakan manusia? Tentu salah satunya ditujukan sebagai khalifah dibumi. Namun, point pentingnya tentu unuk beribadah pada Allah. Begitu juga dengan penciptaan iblis dan malaikat. Lihat aja referensinya di al-qur’an.

Kita kembali pada cerita iblis, si iblis ini menjadi dendam kepada manusia dan berjanji akan menggoda manusia agar tersesat. Untuk melaksanakan misinya ini, si iblis ini meminta kepada Allah keistimewaan-keistimewaan yang tak dimiliki manusia. Tahukah anda apa itu? Satu diantaranya agar manusia tak dapat melihat wujudnya sedangkan dia dapat melihat manusia. Dua, kemampuan untuk mengalir dalam darah manusia. tiga, empat,lima, dan seterusnya. Namun, Allah itu maha adil, untuk melidungi diri dari godaan setan dan iblis bukankah kita cukup dengan mengucapkan basmallah dalam segala perbuatan, kita diberi al-qur’an sebagai petunjuk, kita dikirim Nabi dan Rosullulah sebagai pembawa pesan.

Nah untuk mengenal segala tipu daya setan, yuk kita renungkan kutipan hadits panjang di bawah ini:

Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:

 Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat
Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni
rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.” Rasulullah
bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab:
“Allah dan rasulNya yang lebih tahu”. Beliau melanjutkan, “Itu
iblis, laknat Allah bersamanya”.

 Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai
Rasulullah”. Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu
bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu
untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia
katakan dan dengarkan dengan baik.”

 Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang
kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti
rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir
sapi. Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para
hadirin”,

Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT.
Sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?” Iblis menjawab: “Wahai
Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa”.
“Siapa yang memaksamu? ” “Seorang malaikat utusan Allah
mendatangiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad
sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda
manusia. Jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah,
andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang
ditiup angin”.

 “Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang
hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku.
Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh”.

 Orang yang Dibenci Iblis

 Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar
jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?” Iblis segera menjawab:
“Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku
benci.”

“Siapa selanjutnya?” tanya Rasulullah.

“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada
Allah SWT.”

“Lalu siapa lagi?”

“Orang Alim dan wara’ (Loyal)”

“Lalu siapa lagi?”

“Orang yang selalu bersuci.”

“Siapa lagi?”

“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan
kesulitannnya kepada orang lain.”

“Apa tanda kesabarannya?”

” Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada
orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang
sabar”.

“Selanjutnya apa?”

“Orang kaya yang bersyukur”

“Apa tanda kesyukurannya?”

“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya
juga dari tempatnya.”

“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”

“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam
Islam.”

“Umar bin Khattab?”

“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”

“Usman bin Affan?”

“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

“Ali bin Abi Thalib?”

” Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia
melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu.”
(Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

 Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis

 “Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang
hendak saalat?”

“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”

“Kenapa?”

“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah
mengangkatnya 1 derajat.”

“Jika seorang umatku berpuasa?”

“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

“Jika ia berhaji?”

“Aku seperti orang gila.”

“Jika ia membaca Alquran?”

“Aku merasa meleleh laksana timah di atas api.”

“Jika ia bersedekah?”

“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan
gergaji.”

“Mengapa bisa begitu?”

“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan
dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara
dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari
dirinya.”

“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”

“Suara kuda perang di jalan Allah.”

“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”

“Taubat orang yang bertaubat.”

“Apa yang dapat membakar hatimu?”

“Istighfar di waktu siang dan malam.”

“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”

“Sedekah yang diam – diam.”

“Apa yang dapat menusuk matamu?”

“Salat fajar”

“Apa yang dapat memukul kepalamu?”

“Saalat berjamaah.”

“Apa yang paling mengganggumu?”

“Majelis para ulama.”

“Bagaimana cara makanmu?”

“Dengan tangan kiri dan jariku.”

“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”

“Di bawah kuku manusia.”

 Manusia yang Menjadi Teman Iblis

 Nabi lalu bertanya: “Siapa temanmu wahai Iblis?”

“Pemakan riba”

“Siapa sahabatmu?”

“Pezina”

“Siapa teman tidurmu?”

“Pemabuk”

“Siapa tamumu?”

“Pencuri”

“Siapa utusanmu?”

“Tukang sihir”

“Apa yang membuatmu gembira?”

“Bersumpah dengan cerai”

“Siapa kekasihmu?”

“Orang yang meninggalkan salat Jumaat”

“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”

“Orang yang meninggalkan salatnya dengan sengaja”

 Iblis Tidak Berdaya di Hadapan Orang Ikhlas

 Rasulullah SAW lalu bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah
membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”

Iblis segera menimpali: ” tidak, tidak. Tak akan ada kebahagiaan
selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan
umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak
bisa melihatku.

Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari
akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar,
yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang saleh, kecuali
hamba Allah yang ikhlas.”

 “Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”

“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang
menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang
yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa
pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang
hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan
kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

 Iblis Dibantu oleh 70.000 anak – anaknya

 Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap
anak memiliki 70.000 syaithan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu
ulama. Sebagian untuk menggangu anak-anak muda, sebagian untuk menganggu
orang-orang tua, sebagian untuk menggangu wanta-wanita tua, sebagian
anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

 Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur
pada salat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu salat
berjamaah.

Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang
mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang
melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan
terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di
pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

 Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu ia
mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak-anakku
selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu
pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari
keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak
merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada
Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh
seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

 Cara Iblis Menggoda

 Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia
kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku
benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan
Namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang
bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya
sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata
cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga
hari kiamat. Jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu
kalimat, Cerai.

 Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur salat. Setiap ia
hendak berdiri untuk salat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih
sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan salat di luar waktu, maka
shalat itu dipukulkannya kemukanya.

 Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia salat. Namun aku
bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, ia pun menoleh. Pada saat itu
aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ‘salatmu tidak
sah’. Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam salatnya
akan dipukul.

 Jika ia salat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Ia pun salat
seperti ayam yang mematuk beras.

 Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia salat berjamaah, aku ikat lehernya
dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya
sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal salatnya dan wajahnya akan diubah
menjadi wajah keledai.

 Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap
dalam salat.

Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke
dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan ia
pun semakin taat padaku.

 Kebahagiaan apa untukmu, sedangan aku memerintahkan orang miskin agar
meninggalkan salat. Aku katakan padanya, “kamu tidak wajib salat, salat
hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin
tidak. Jika kehidupanmu telah berubah baru kau salat.”

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan salat
maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

 Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku
mengeluarkan seperenam mereka dari Islam?”

 10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT

 “Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?”

“10 macam”

“Apa saja?”

“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak
manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, “Berbagilah dengan manusia
dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali
tipuan.” (QS Al-Isra :64)

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari
makanan haram dan yang bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang
tidak dibacakan nama Allah.

 Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang
berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut
bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

 Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan
bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi
sebagai rumahku.

Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar
Allah menjadikan syair sebagai Quranku. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk
sebagai teman tidurku. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia
jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

 Allah berfirman, “Orang – orang boros adalah saudara – saudara
syaithan. ” (QS Al-Isra : 27)

 Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia
sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku
kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab,
“silahkan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian
besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata: “Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang
sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.”

 Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun. Sebagaimana
dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang
menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir
pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah
ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di
perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara
semenjak dalam kandungan ibunya.

 Rasulullah SAW lalu membaca ayat: “mereka akan terus berselisih
kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119). Juga
membaca, ” Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab:
38)

 Iblis lalu berkata: ” Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan
dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para
nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin
mahluk-mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir.
Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong.”

Salah seorang sahabat, Ansa bin Malik r.a. berkata: “Iblis laknat
telah bertanya kepada Allah s.w.t. antaranya ialah:-

 Kata Iblis kepada Allah s.w.t.: “Ya Tuhanku, Engkau telah memberikan
kepada anak Adam itu tempat kediaman yakni rumah untuk berzikir kepadaMu.
Tunjukkanlah kepadaku tempat kediamanku.”

 Firman Allah s.w.t. yang bermaksud: “Wahai Iblis tempat kediamanmu
ialah di dalam bilik air (tandas).”

 Iblis berkata: “Ya Tuhanku, Engkau telah memberikan kepada anak Adam
itu tempat mereka berkumpul (mesjid, surau). Di manakah tempat bagiku
berkumpul?”

 Firman Allah s.w.t. yang bermaksud: “Wahai Iblis tempat untuk kamu
berkumpul ialah di pasar-pasar (di pusat-pusat membeli belah, pesta-pesta, kelab-kelab
malam, majlis-majlis maksiat, tempat hiburan dan sebagainya).”

 Iblis berkata lagi: “Ya Tuhanku, Engkau telah memberikan kepada anak
Adam itu kitab untuk mereka membaca (Al-Quran). Tunjukkanlah kepadaku apakah
bahan bacaanku?”

  Firman Allah s.w.t. yang
bermaksud: “Wahai Iblis, bahan bacaanmu ialah Syair (sajak dan yang
bersangkutan dengannya).”

 Kata Iblis: “Ya Tuhanku, Engkau telah berikan kepada mereka
cerita-cerita (kata-kata benar), apakah cerita-cerita bagiku?”

 Firman Allah s.w.t.: “Wahai Iblis, cerita bagimu ialah kata-kata dusta
(bohong dan yang bersangkutan denganya).”

 Kata Iblis: “Ya Tuhanku, Engkau telah memberikan azan kepada anak Adam
untuk mereka mengajak orang datang (mengumpulkan orang untuk sembahyang
berjamaah). Apakah azanku (untuk mengumpulkan orang).”

 Firman Allah s.w.t.: “Wahai Iblis, azan untukmu ialah seruling.”

 Kata Iblis: “Ya Tuhanku, Engkau telah mengutus para utusanmu (para
nabi dan para Rasul) kepada anak-anak Adam. Siapakah yang akan menjadi utusan
bagiku.”

 Firman Allah s.w.t.: “Wahai Iblis, para utusanmu ialah dari dukun (dan
yang lebih kurang sama dengannya).”

 Kata Iblis: “Ya Tuhanku, Engkau telah memberikan kitab bertulis
(ayat-ayat Al-Quran) kepada anak-anak Adam. Apakah tulisan bagiku?”

 Firman Allah s.w.t.: “Wahai Iblis, tulisanmu ialah tulisan gincu yang
palsu di badan (seperti lukisan-lukisan dilengan, tahi lalat yang diada-adakan
dan yang lebih kurang sama dengannya).”

 Kata Iblis: “Ya Tuhanku, Engkau telah memberikan kepada anak-anak Adam
itu perangkap-perangkap. Apakah perangkap bagiku.”

 Firman Allah s.w.t.: “Wahai Iblis, perangkap untukmu ialah
wanita-wanita.”

 Kata Iblis: “Ya Tuhanku, Engkau telah memberikan makanan (yang
disebutkan dengan namaMu) kepada anak-anak Adam. Apakah makanan bagiku?”

 Firman Allah s.w.t.: “Wahai Iblis, makanan untukmu ialah sesuatu yang
tidak disebut nama Allah.”

 Kata Iblis: “Ya Tuhanku, Engkau telah berikan minuman (minuman yang
halal dan yang sentiasa dimulakan dengan bismillah) kepada anak-anak Adam.
Apakah minuman bagiku?”

 Firman Allah s.w.t.: “Wahai Iblis, minuman untukmu ialah sesuatu yang
memabukkan (seperti arak, yang lebih kurang sama dengannya dan minuman yang
tidak dimulakan dengan bismillah).”

 Ibnu Mas’ud r.a. berkata: “Kalau seseorang itu makan dengan tidak membaca
bismillah, maka syaitan akan makan bersamanya. Apabila seseorang itu makan dan
dimulai dengan bismillah maka syaitan tidak akan dapat makan bersama bahkan
syaitan akan memuntahkan kembali apa-apa yang sudah dimakannya.”

 Ibrahim Annakhaai berkata: “Kalau seseorang itu masuk ke rumahnya dan
memberi salam, maka syaitan akan berkata: “Tidak ada tempat bagiku di sini.”
Dan kalau seseorang itu hendak makan atau minum lalu dimulai dengan bismillah
maka syaitan akan berkata: “Tidak ada tempat dan tidak ada makanan dan minuman
untukku di sini.” Akan keluarlah syaitan dengan rasa kecewa.”

dari berbagai sumber

2 thoughts on “Kenali Cara Iblis Menggoda Manusia

    1. waktu dulu saya menulis artikel ini, saya mengambil dari beberapa referensi dan karena banyak referensinya, maka saya langsung menulis “dari berbagai sumber”. Sayangnya, referensi yang banyak itu tidak saya catat. jadi, maaf ya belum bisa mencantumkan referensinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s