belajar malu dari semut


Manusia bertemu, bertatap muka, berbicara, tertawa, menangis adalah biasa dan itu adalah bentuk komunikasi. Namun, tahukah kalian bahwa hewan juga saling berkomunikasi seperti manusia. Nah, pada kesempatan ini mari kita bicarakan bentuk komunikasi ala semut. Dalam dunia semut, komunikasi yang dilakukan beragam bentuknya. Komunikasi antara semut dapat berupa sentuhan/rabaan terhadap kawan satu koloninya ataupun saling menggesekan antena. Manusia sering mengenal bentuk sentuhan/rabaan dalam dunia semut sebagai berjabat tangan. Seperti yang lazim kita lakukan ketika bertemu saudara ataupun orang yang baru dikenal. Namun, yang sebenarnya terjadi dalam komunikasi dunia semut bukanlah saling berjabat tangan. Semut-semut satu koloni biasanya Saling meraba kaki depannya bila berpapasan di tengah jalan, dalam perjalanan mereka mencari makan.
Hal ini dilakukan dengan tujuan saling menularkan senyawa kimia yang dikenal dengan sebutan fermon. Fermon pada semut ada yang dikeluarkan dari dekat rahangnya dan ada yang dikeluarkan dari ujung perut. Kedua jenis fermon ini memiliki fungsi yang berbeda.
Fermon yang dikeluarkan dari dekat rahang berfungsi sebagai tanda bahaya ataupun sebagai pertanda bahwa sarang diserang musuh. Sedangkan fermon yang dikeluarkan dari ujung erut berfungsi untuk melacak jejak ketika kawan satu koloninya ada yang tersesat. Cara kerjanya dengan memberi rangsangan pada indera pengecap dan pencium dalam mengenal dan mencari anggotanya yang hilang.wah ternyata semut senang menolong juga ya!!
Rupanya kita dapat belajar dari pola hidup semut, yaitu bekerja keras dan saling menolong semut disebut sebagai hewan pekerja keras karena meraka sangat memanfaatkan waktu dan tidak bermalas-malasan dalam mencari makan.Wah, malu juga ya, kita yang diberi akal dan tubuh yang sempurna malah sering malas-malasan dalam bekerja bahkan mengemis.
Semut disebut senang menolong karena mereka mengerahkan segala kemampuannya untuk saling melindungi diantara kawan satu koloninya. Mereka mengerahkan kemampuannya untuk saling memberi tahu ketika dalam bahaya dan mencari kawannya yang hilang. Bahkan, mereka rela memuntahkan makanan dari perutnya apabila ada kawan satu koloninya yang meminta makan.Subhanallah…rupanya Allah sedang mengajari kita pelajaran hidup melalui makhluk-Nya yang bernama semut. Padahal, kalau kita yang berbuat seperti semut, maka ini disebut sebagai amal soleh dan mendapat derajat di sisi Allah. Wa likullin darajatum mim ma ‘amilu. Untuk setiap orang derajat yang sesuai dengan amalnya (QS. Al-An’am 132)

Referensi

Qs. Al- Al-An’am 132
http://fadhlnews.wordpress.com/2010/09/21/mengapa-semut-suka-bersalaman

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s